• Pentingnya Pemeriksaan Mata

    Pentingnya Pemeriksaan Mata

    Kebanyakan orang tidak akan memeriksakan matanya bila tidak merasakan adanya keluhan yang berarti. Padahal beberapa kondisi mata tidak menimbulkan kelainan yang terlihat dari luar bahkan tidak terasa mengganggu penglihatan.

    Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui kapan dan bagaimana pemeriksaan untuk mata. Seberapa berartikah penglihatan bagi seseorang? Pasti semua orang akan menjawab amat sangat berarti dan penting. Namun, seberapa pedulikah terhadap kesehatan penglihatan hingga memeriksakan mata secara teratur? Mungkin sebagian orang akan berpikir untuk menjawabnya.

    Walaupun orang menganggap penglihatan adalah hal yang penting dalam hidup. Namun kebanyakan orang tidak akan memeriksakan matanya bila tidak merasakan adanya keluhan yang berarti. Padahal beberapa kondisi mata tidak menimbulkan kelainan yang terlihat dari luar bahkan tidak terasa mengganggu penglihatan.

    Oleh karena itu sangat penting untuk melakukan pemeriksaan mata secara rutin, walaupun tidak mempunyai keluhan pada mata. Dengan memeriksakan mata secara teratur, kondisi-kondisi yang dapat menimbulkan kebutaan dapat diketahui lebih cepat dan pengobatan dapat dilakukan lebih dini. Tidak hanya kondisi pada orang dewasa, anak-anak yang mengalami kesulitan dalam belajar dapat pula diakibatkan oleh gangguan penglihatan. Pemeriksaan juga sebaiknya dilakukan oleh dokter spesialis mata.

    Pemeriksaan perlu dilakukan sedari dini. Anak di bawah 3 tahun perlu diperiksakan kondisi matanya, khususnya bila terlahir prematur dan terdapat sejarah adanya gangguan penglihatan dalam keluarga. Kondisi-kondisi seperti Strabismus (juling), Amblyopia (Lazy eyes) dan Ptosis (turunnya kelopak mata atas) akan dapat diidentifikasi lebih dini dengan pemeriksaan tersebut, sehingga dapat dilakukan terapi untuk kondisi tersebut. Sebelum anak mencapai usia 5 tahun, lebih baik telah diperiksakan ketajaman penglihatan / pemeriksaan visus.

    Pada usia sekolah pemeriksaan berkala sangat penting, mengingat kurangnya ketajaman penglihatan akan menghambat aktivitas anak baik di dalam maupun di luar kelas.Perlu diperhatikan juga beberapa kondisi yang mungkin merupakan gejala suatu penyakit, seperti :

    • Rasa tidak nyaman maupun sakit dalam melihat atau memutar bola mata
    • Kilatan cahaya yang mengganggu penglihatan
    • Melihat suatu titik atau tanda yang menetap pada ruang pandang
    • Mata kering yang menyebabkan rasa gatal dan terbakar.

    Setelah menginjak usia 40 tahun, perlu juga dilakukan pemeriksaan mata yang menyeluruh. Hal ini dikarenakan beberapa kondisi pada mata berkaitan dengan penambahan usia. Keluhan yang umum dirasakan adalah rabun dekat.
    Kondisi lain yang perlu diperhatikan adalah menurunnya ketajaman penglihatan yang merupakan pertanda munculnya katarak, peningkatan tekanan dalam bola mata yang dapat menyebabkan glaukoma, bahkan degenerasi makula, yang merupakan pusat dari retina mata yang berperan untuk penglihatan yang baik.   Berikut merupakan anjuran dari American Academy of Ophthalmology mengenai frekuensi pemeriksaan mata :

    • Di bawah 3 tahun : setiap menemui dokter anak
    • Usia 3 – 19 tahun : setiap 1 sampai 2 tahun sekali
    • Usia 20 – 29 tahun : minimal 1 kali selama periode tersebut
    • Usia 30 – 39 tahun : minimal 2 kali selama periode tersebut
    • Usia 40 – 64 tahun : setiap 2 sampai 4 tahun sekali
    • Di atas 65 tahun : setiap 1 sampai 2 tahun sekali

    Bila dalam keluarga terdapat sejarah gangguan penglihatan dan diabetes, perlu dilakukan pemeriksaan dengan frekuensi yang lebih sering dibandingkan frekuensi yang direkomendasikan di atas.

    Leave a reply →