Masalah Mata Entropion

Apakah Anda pernah melihat seseorang dengan kondisi kelopak mata yang terlipat ke dalam? Ini adalah kondisi yang disebut sebagai entropion di dunia kedokteran, dan orang yang mengalami kondisi ini biasanya merasa sangat terganggu, karena bulu mata dari kelopak yang terlipat ke bagian dalam akan mengenai kornea dan menimbulkan rasa tidak nyaman, memerah, sakit, berair, dan tentu saja terasa mengganjal.

Entropion bisa mengenai siapa saja, baik orang dewasa maupun anak-anak. Untuk orang dewasa, biasanya kondisi ini disebabkan oleh melemahnya otot bagian bawah mata yang disebabkan oleh usia lanjut. Sedangkan untuk anak-anak, biasanya mereka mengalami kondisi ini secara genetik atau keturunan.

Ada beberapa gejala entropion yang cukup mudah dikenali, sehingga sang penderita bisa memulai penanganan sejak dini. Beberapa gejalanya adalah sebagai berikut:

Warna mata berubah menjadi kemerahan dan terasa sakit di sekitarnya,
Tingkat sensitifitas mata terhadap cahaya dan angin menjadi semakin tinggi
Kulit di sekitar mata terlihat mengendur
Penglihatan mulai menurun, terutama jika kornea sudah terluka atau rusak karena terlalu sering bergesekan dengan bulu mata yang terlipat ke dalam

Penanganan entropion bisa dimulai sebelum kondisi semakin parah, untuk kasus ringan biasanya entropion bisa ditangani dengan memberikan air mata buatan dan pelembap untuk mata, sehingga bisa membantu mengurangi rasa mengganjal, warna kemerahan, dan sakit yang berlebihan.

Sedangkan untuk kasus yang sudah lebih parah, akan diperlukan tindakan operasi utnuk memperbaiki posisi kelopak mata yang melipat, dan akan sangat disarankan untuk mencari informasi mengenai operasi ini pada Oftalmologis yang sudah berpengalaman.

Salah satu Oftalmologis dari SMEC, dr. Ikhsan Revino, SpM,memberikan pendapatnya mengenai entropion,Entropion memang lebih banyak menyerang kaum lanjut usia, yang sudah mengalami pengenduran otot, namun bukan berarti kalau belum mencapai usia lanjut tidak perlu melakukan pemeriksaan mata secara menyeluruh.”

Bahkan, menurut dr ikhsan, pemeriksaan yang ideal sebaiknya dilakukan setiap enam bulan, dan bagi orangtua yang ingin melakukan pemeriksaan menyeluruh pada mata anak-anaknya, mereka sudah bisa melakukannya bahkan sejak baru berusia satu hari.