Katarak (Fakoemulsifikasi)

Katarak adalah kondisi lensa mata yang mengalami kekeruhan karena beberapa faktor. Beberapa di antaranya disebabkan adanya kontak dalam waktu lama dengan cahaya ultraviolet, radiasi, serta efek sekunder dari penyakit lain, misalnya diabetes atau hipertensi. Selain itu katarak bisa juga disebabkan karena usia lanjut dan trauma.

Fakoemulsifikasi adalah teknik bedah katarak dengan menggunakan gelombang ultrasonik yang memiliki insisi, atau lebar sayatan sebesar 2.20 – 2.75 mm saja. Dengan alat ini lensa keruh akan dipecah menjadi beberapa bagian lalu dihisap (vacuum) dengan alat untuk kemudian dipasangkan lensa tanam lipat (Foldable Intra Oculer Lens). Keuntungan dari teknik ini adalah minimalisasi luka insisi, resiko infeksi yang lebih kecil, tanpa jahitan, dan penyembuhan lebih cepat. Dengan teknik ini setipis apapun katarak, operasi dapat dilakukan dan tanpa harus menunggu matang. Operasi dilakukan dengan bius lokal dan membutuhkan waktu antara 10 – 15 menit. Pasien tidak perlu rawat inap setelah operasi dan bisa langsung beraktifitas seperti biasa.

Sebelumnya teknik pembedahan katarak menggunakan ECCE (Extra Capsuler Cataract Extraction) dan ICCE (Intra Capsuler Cataract Extraction) yang membutuhkan luka sayatan cukup lebar sekitar 8.0 – 10.0 mm karena lensa keruh harus diambil dengan utuh, sehingga diperlukan jahitan, dan pemulihan akan membutuhkan waktu lama. Seiring berkembangnya teknologi, teknik pembedahan katarak semakin meningkat hingga kini ditemukan teknik baru yaitu Fakoemulsifikasi.

Prosedur Sesudah Operasi Katarak Fakoemulsifikasi